OKU – SMA Negeri 5 OKU melaksanakan kegiatan studi rasa sebagai bagian dari implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Kegiatan ini digelar untuk menumbuhkan empati, kepekaan sosial, dan pemahaman terhadap anak berkebutuhan khusus di kalangan peserta didik. Senin (29/0/9/2025).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMA Negeri 5 OKU Ismakun Ranau Wijaya, Kepala SLB Negeri OKU Yurike Santi, S.Pd., MM.Gr., Wakil Kepala Bidang Kurikulum dari kedua sekolah, wali kelas SMA Negeri 5, serta perwakilan OSIS dan Duta SMA Negeri 5 OKU.
Sebagai wujud kepedulian, pihak SMA Negeri 5 OKU juga menyerahkan 24 paket beras kepada para guru SLB Negeri Baturaja.
Kepala SMA Negeri 5 OKU, Ismakun Ranau Wijaya, menjelaskan bahwa studi rasa merupakan bagian dari pelaksanaan pembelajaran mendalam yang diarahkan oleh kementerian melalui tiga konsep utama, yakni olah pikir, olah rasa, dan olah raga.
Menurutnya, olah pikir telah berjalan baik melalui proses belajar di kelas, sementara olah rasa diwujudkan melalui aksi nyata di SLB agar siswa memahami realitas sosial di sekitarnya.
“Melalui kegiatan ini, kita ajak siswa merasakan langsung kehidupan anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka harus sadar bahwa di sekitar kita ada individu yang membutuhkan empati dan perhatian,” ujarnya.
Ismakun juga menyebutkan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara berkelanjutan dan ditindaklanjuti melalui kerja sama atau MoU antara SMA Negeri 5 OKU dan SLB Negeri Baturaja.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri OKU, Yurike Santi, S.Pd., MM.Gr., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Interaksi seperti ini sangat bermanfaat. Anak-anak SLB merasa dihargai dan siswa SMA bisa belajar memahami kondisi mereka,” ujarnya singkat.
Ia menegaskan bahwa pihaknya membuka diri jika kegiatan ini dilanjutkan dalam bentuk kemitraan. “Kalau akan dibuat MoU, tentu kami siap mendukung,” tambahnya.
Melalui pembelajaran mendalam ini, pihak sekolah berharap peserta didik tidak hanya memahami secara teori, tetapi mampu menerapkan nilai kemanusiaan, empati, dan kepedulian dalam kehidupan sosial mereka. (*)





