Baturaja, 27 Desember 2027 – Puluhan peserta tenaga kesehatan (nakes) Kabupaten Oku yang tidak berhasil lolos dalam tes jalur khusus tahun 2023, kembali mempertanyakan nasib mereka dengan mendatangi Komisi 1 DPRD Oku. Dalam audiensi yang berlangsung, para nakes tersebut memohon agar mereka dapat diawasi dan diprioritaskan pada tahun 2024 mendatang.
Kedatangan para nakes yang belum lulus tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersebut bertujuan untuk meminta bantuan pada Komisi I dan III DPRD Oku. Mereka berharap agar komisi tersebut dapat mengawal dan mengusulkan kepada pemerintah kabupaten Oku untuk mendata ulang nama-nama peserta nakes yang belum lulus, yang berjumlah 318 orang. Permintaan ini disampaikan dengan harapan agar peserta yang sudah masuk database dapat benar-benar diprioritaskan dan diangkat tanpa melalui tes pada bulan April 2024 mendatang.

Peserta Nakes Oku saat audensi dengan Yopy sahrudin diruang komisi I DPRD Oku
Lia, yang menjadi perwakilan peserta nakes yang belum lulus, menyampaikan hasil pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan pada Rabu, 27 Desember 2023. Berdasarkan pertemuan tersebut, peserta yang belum lulus tahun ini diinformasikan akan diprioritaskan pada tahun 2024. Mereka dijanjikan tidak perlu mengikuti tes lagi dan akan langsung diangkat menjadi PPPK.

Anggota Komisi 1 DPRD Oku, Yopy Sahrudin, merespons permintaan para nakes dengan berhati-hati, mengingat pengalaman sebelumnya. Dia menekankan agar para peserta tidak terlalu berharap pada janji yang bersifat langsung mengangkat mereka menjadi tenaga PPPK tanpa melalui tes. Yopy Sahrudin memberikan peringatan bahwa janji semacam itu harus dihadapi dengan skeptisitas, mempertimbangkan kekecewaan yang dialami oleh nakes sebelumnya.

Yopy sahrudin saat menerima peserta nakes Oku diruang komisi I DPRD Oku
Pihak terkait, termasuk DPRD Oku, diminta untuk memastikan bahwa janji-janji yang diberikan dapat diwujudkan demi menghindari potensi kekecewaan yang lebih lanjut bagi para nakes. Komisi I dan III DPRD Oku juga diharapkan akan menyerahkan nama-nama peserta nakes yang tidak lulus, yang berjumlah 318 orang, agar dapat diawasi dan mendapatkan perhatian yang lebih serius dari pemerintah kabupaten Oku. (Jim)





