Polres OKU Gelar Bansos dan Penyuluhan Stunting: Upaya Bersama Menuju Kabupaten Bebas Stunting

oleh -280 Dilihat

 

Baturaja – Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-78 tahun 2024, Polres OKU mengadakan kegiatan pemberian bantuan sosial (bansos) dan penyuluhan stunting di Rumah Dinas Bupati OKU pada Senin pagi (24/06/2024).

 

Dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Oku Akbp Imam Zamroni, S.I.K., M.H., Pju, Kapolsek Jajaran, Ketua Bhayangkari Cabang Oku Ny. Fitri Imam Zamroni beserta para bhayangkari oku.

 

Kemudian kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Pj Bupati OKU diwakilkan Sekda OKU Indra Susanto S.Sos.,M.Ap., Kepala Dinas Kesehatan OKU Dedy Wijaya, SKM., M.Kes, Kasat Pol PP, Para Camat Kab. OKU, Para Kepala Puskesmas Kab. OKU, Para orang tua anak Stunting dan tamu undangan berjumlah ± 100 orang.

 

“ Kapolres OKU AKBP Imam Zamroni S.I.K., M.H., dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan Stunting adalah kondisi yang di tandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila di bandingkan dengan anak-anak seusianya yang di sebabkan kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.

Baca Juga :  Pemkot Palembang Berjanji Bongkar Pembangunan Gudang Cold Storage
Kapolres OKU AKBP Imam Zamroni S.I.K., M.H.

 

 

Alhamdulilah tahun 2024 ini Kab. OKU menjadi salah satu kabupaten terbaik di Indonesia dalam hal penurunan angka Stunting.

 

Anak stunting nantinya akan menjadi manusia dewasa yang memiliki produktivitas yang rendah, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi dan semakin menimbulkan persoalan ketimpangan dan kemiskinan.

 

Pemberian bantuan pangan agar tidak hanya diberikan kepada anak stunting, bantuan juga penting untuk diberikan kepada ibu hamil, juga kepada balita yang sehat untuk menjaga asupan gizi mereka agar tidak mengalami penurunan berat badan, utamanya ibu hamil dan anak-anak dari keluarga berisiko stunting.

Baca Juga :  Hasil Penghitungan Suara di Kecamatan Baturaja Timur: Kemenangan Gemilang bagi Caleg Golkar No Urut 10

 

Tren angka stunting pada anak meningkat pada usia 6 (enam) bulan sampai dengan 1 (satu) tahun, yang antara lain disebabkan oleh pemberian makanan pendamping asi yang tidak mencukupi.

 

Oleh karena itu, bantuan pangan agar diorientasikan pada pemberian makanan pendamping-asi dengan gizi yang tepat dan berkualitas, di mana salah satu yang dibutuhkan adalah asupan protein hewani, seperti telur, ikan, dan lain-lainnya.

 

Polri dalam hal ini Polres OKU ikut serta membantu pemerintah untuk mewujudkan program ini salah satunya dengan kegiatan kita hari memberikan makanan tambahan pendamping asi kepada seluruh anak stunting yang terdata di Kab. OKU dan penyuluhan pencegahan stunting sebagai salah satu wujud program penurunan stunting yaitu memberikan makananan pendamping asi dan edukasi mengenai stunting.

Baca Juga :  "Transparansi Pemerintahan: Pj Bupati OKU Terima Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja 2023 di BPK Sumsel"

 

Kami berharap dengan adanya kegiatan ini kami dapat memberikan kontibusi positif dalam meningkatkan kesehatan anak-anak di Kabupaten OKU, serta membantu pemerintah dalam menurunkan angka stunting dan kami juga berharap dengan adanya kegiatan ini kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi bagi tumbuh kembang anak semakin meningkat dan kami siap mendukung program program kesehatan masyarakat.

 

Semoga kegiatan ini dapat memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk berbuat yang sama sehingga mimpi kita di tahun 2030 nanti tidak ada lagi anak stunting di Kabupaten OKU dapat terwujud. Ujar Kapolres Oku.

 

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan dan Pemberian Bansos kepada anak stunting se Kab. OKU yang berjumlah lenih kurang 299 orang serta dilanjutkan dengan penyuluhan tentang stunting. (Jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.