Pj Bupati oku H. Teddy meilwansyah saat menerima data nama nama 323 peserta nakes yang belum lulus PPPK
Baturaja Oku. Sejumlah perwakilan tenaga kesehatan (nakes) di OKU yang belum lulus PPPK mendatangi Pj Bupati OKU di rumah kabupaten OKU untuk menyampaikan audensi mereka. Lia Angulita Metha Sari, perwakilan nakes yang belum lulus PPPK, meminta Pj Bupati membuka formasi nakes D3 dan perawat sebanyak mungkin. Mereka menekankan agar tidak mencampurkan dengan anak magang tanpa gaji, yang jumlahnya mencapai 323 peserta nakes yang belum lulus PPPK. 28/12/23.
Lia Angulita Metha Sari menyuarakan permintaan agar Pj Bupati segera mengeluarkan surat perintah tugas kepada Dinas Kesehatan untuk menyampaikan nama-nama yang tidak lulus PPPK tahun 2023 ke Menteri PAN dan RB. Mereka menekankan agar honor nakes yang belum dua tahun tidak digabungkan ke jalur khusus jika ada tes lagi pada tahun 2024. Permintaan mereka adalah agar tes tidak digabungkan dengan nakes yang masa kerjanya di bawah 5 tahun, dan membatalkan kelulusan tes 2023 untuk yang masa kerjanya kurang dari 2 tahun.

Mirdaili, Kepala BKPSDM OKU, mengakui kendala aturan pusat yang diatur oleh Menpan. Dia menyatakan komitmen untuk membantu menyampaikan surat ke Menpan, namun tetap mengacu pada aturan yang ada. Mirdaili berharap agar permasalahan nakes bisa terselesaikan pada tahun 2024, mengucapkan terima kasih atas pendataan yang telah dilakukan oleh perwakilan nakes, “dengan mencuat nya permasalahan nakes di media semoga saja mendapatkan perhatian husus dari pemerintah pusat, ” Tegas mirdaili

Pj Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah, menyatakan rasa prihatinnya dan berjanji untuk menjadikan permasalahan nakes sebagai prioritas pribadi. Meskipun sudah berupaya berkali-kali, Pj Bupati menyampaikan bahwa regulasi bukan wewenang OKU dan harus melalui seleksi. Dia berjanji untuk bersurat langsung ke Menpan Pusat. Pj Bupati langsung menerima nama-nama nakes yang belum lulus yang diajukan oleh perwakilan nakes OKU, yang diwakili oleh Lia Angulita Metha Sari. (Jimy)





