GLOBALSUMSEL.COM – Proyek pengecoran beton untuk relokasi Jalan Provinsi di Kabupaten OKU, tepatnya di Ruas Lubuk Batang – Sukapindah, saat ini sedang berlangsung di Desa Lubuk Batang Lama, Kecamatan Lubuk Batang.
Menurut Syaiful Amin, SH, Ketua LSM Lembaga Pemantau Pengadaan Barang/Jasa “BONGKAR OKU”, sekaligus Ketua Forum Masyarakat OKU Peduli Infrastruktur, dan Staf Khusus Bupati OKU Bidang Lingkungan Hidup, SDM, dan Infrastruktur, proyek ini diduga dikerjakan tidak profesional. Pengadukan beton untuk pembuatan mix concrete tidak menggunakan batching plant, melainkan hanya menggunakan hopper yang dipasang di lapangan. Alat berat ekskavator mengisi material seperti pasir, split, semen curah, dan air langsung ke dalam mobil mixer melalui hopper tersebut. Akibatnya, kualitas beton yang dihasilkan sangat diragukan dapat memenuhi mutu beton K 250 atau K 350 karena campuran material hanya ditaksir secara manual, tidak ditimbang secara presisi.
Dikhawatirkan jalan beton yang dibangun tidak akan bertahan lama dan cepat rusak karena kualitas beton yang tidak standar. Selain itu, di lapangan tidak ditemukan papan informasi proyek yang wajib dipasang oleh pemborong. Dana yang digunakan untuk membangun jalan provinsi ini adalah uang negara yang dianggarkan melalui APBD Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2024, yang wajib dikelola secara transparan dan akuntabel.

Temuan di lapangan ini sudah dilaporkan kepada Plh Sekda Sumsel dan Kepala Dinas PU BMTR Provinsi Sumsel, namun belum ada tanggapan. Syaiful Amin, SH, berharap agar pengawas lapangan dan PPTK Dinas PU BMTR Provinsi Sumsel segera turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap pemborong yang mengerjakan proyek pengecoran beton jalan relokasi tersebut.
Selain itu, Syaiful Amin, SH, juga menyoroti pekerjaan pemeliharaan jalan provinsi ini. Pekerjaan penambalan jalan dengan pengaspalan secara spot-spot masih menyisakan banyak lubang yang belum ditambal, serta rumput di pinggir jalan yang menutupi bahu jalan belum ditebas. Kondisi ini sangat berbahaya bagi masyarakat pengguna jalan. (Jim)





