
GLOBALSUMSEL.COM – OKU, Sabtu tanggal 11 Mei 2024, Kantor Kebun PIN2 menjadi saksi pertemuan yang intens antara pengurus Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Serikat Pekerja Mitra Ogan (SPMO) dengan pihak manajemen PTP. MO.
Pertemuan yang dimulai pukul 10.30 WIB ini bertujuan untuk membahas dua agenda utama, yakni waktu pelaksanaan gaji karyawan dan jadwal keberangkatan ke PT. RNI dan Kementerian BUMN di jakarta.
Peserta pertemuan termasuk Sekper PTP. MO Mahmud Riyadh, Kabag. SDM/Umum Jepri Siagian, Askep PIN2 Jumadi Guntoro, pengurus SPSI & SPMO, serta Satgas PAM . Bentuk pertemuan ini adalah negosiasi, namun, suasana pertemuan tidak sepenuhnya harmonis.
Dalam pembahasan, Sekper PTP. MO, Mahmud Riyadh, menyatakan bahwa pihak manajemen akan memfasilitasi perwakilan Serikat Pekerja untuk bertemu dengan pihak manajemen PT. RNI di jakarta.
Namun, pengurus SPSI & SPMO menolak keberangkatan tersebut karena tidak melibatkan DPRD, Pemda, dan Disnaker OKU dalam permasalahan tuntutan karyawan.
Jika tidak melibatkan DPRD, Pemda dan Disnaker OKU dalam permasalahan tuntutan karyawan tersebut, Serikat beranggapan bahwa diduga ada indikasi permasalahan yang ada dan sedang terjadi saat ini kesannya ada yang ditutup-tutupi, dan mereka tetap akan menunggu penjadwalan resmi dari Sekwan DPRD OKU.
Selain itu, pengurus Serikat Pekerja menolak untuk membuka akses penggalian produksi dengan pola/sistem swakelola karena pihak manajemen tidak memberikan tanggal atau jadwal pembayaran gaji karyawan sesuai dengan Surat Kesepakatan Bersama.
Pertemuan berakhir dengan kesimpulan bahwa aksi mogok kerja karyawan akan terus berlanjut hingga ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Pertemuan ditutup pukul 12.00 WIB dengan atmosfer yang tegang, menandakan bahwa konflik antara pengurus SPSI & SPMO dengan manajemen PTP. MO masih memuncak belum ada titik terang bagi karyawan. (Jim)





