Ulu Ogan, OKU– Pada Rabu, 22 Mei 2024, sekitar pukul 20.00 WIB, wilayah Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), dilanda bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat yang mengguyur daerah tersebut.
Dari hasil monitoring, beberapa titik banjir ditemukan di Dusun 2, 3, 4, dan 5 Desa Kelumpang dengan ketinggian air mencapai sekitar 1 meter, serta di Dusun 1 hingga 6 Desa Gunung Tiga dengan ketinggian bervariasi hingga 50 cm. Meskipun air sempat surut sekitar pukul 21.00 WIB, hujan yang terus mengguyur dan kondisi mati lampu memperburuk situasi.

Sekitar pukul 22.00 WIB, banjir susulan terjadi akibat meluapnya Sungai Ogan dan beberapa anak sungainya. Banjir ini menggenangi seluruh desa di Kecamatan Ulu Ogan, menyebabkan kerusakan parah pada rumah warga dan fasilitas pemerintah. Berikut rincian kerusakan yang tercatat:

Desa Ulak Lebar:
– 1 rumah hilang terbawa arus
– 53 rumah rusak berat
– 51 rumah rusak ringan
– 1 kantor desa rusak berat
– 1 masjid rusak berat
– 1 SMA rusak ringan
– 1 taman kanak-kanak
– 2 jembatan rusak berat
Desa Gunung Tiga:
– 5 rumah rusak berat
– 1 rumah rusak ringan
Desa Kelumpang:
– 25 rumah rusak ringan
– 5 pintu bedeng rusak berat
– 1 sekolah MIM rusak berat
– 1 masjid rusak ringan
Desa Belandang:
– 2 rumah rusak berat
– 1 sekolah SD rusak ringan
– 1 gedung serbaguna rusak berat
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di beberapa lokasi berikut:
– Desa Kelumpang: 17 titik di pinggir desa
– Desa Gunung Tiga: 3 titik
– Desa Pedataran: 1 titik menutupi akses jalan, 4 titik di pinggir desa
– Desa Belandang: 8 titik menutupi akses jalan
Pada Kamis, 23 Mei 2024, pukul 14.00 WIB, telah dilakukan pembersihan bekas longsor dari jalan Desa Belandang menuju Desa Sukajadi dengan menggunakan alat berat milik PT. SDR.

Kapolsek Ulu Ogan bersama Babinsa dan Kepala Desa serta perangkat Desa Belandang telah mendirikan dapur umum di Desa Belandang untuk membantu masyarakat yang terdampak. Hingga saat ini, personil Polsek Ulu Ogan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek beserta instansi terkait masih melakukan patroli dan monitoring paska banjir serta pembersihan bekas longsor, memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Bencana ini disebabkan oleh meluapnya Sungai Ogan dan beberapa anak sungainya akibat intensitas hujan yang tinggi mulai pukul 18.00 WIB. Meski banjir surut dalam waktu singkat, tujuh desa di wilayah tersebut sempat tergenang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.
Sebagai langkah antisipasi, Kapolsek Ulu Ogan berkoordinasi dengan PT. SBR untuk menyiapkan alat berat guna membersihkan tanah longsor yang menutupi akses jalan menuju Kecamatan Ulu Ogan, menghindari terjadinya banjir susulan. (Jim)





